Sejarah Postfix
Postfix berasal dari IBM secure mailer yang dirilis sekitar tahun 1998, yang kemudian
diberi nama Vmailer. Tapi karena
alasan kemiripan dengan merek dagang yang telah ada, pemakaian nama ini tidak
dilanjutkan dan diganti dengan postfix.
Proyek postfix dimulai oleh Wietse
Vinema pakar keamanan komputer dan periset di IBM penyandang gelar Ph.D.
dalam bidang fisika inti ini juga membuat program dan tools-tools yang diantaranya pasti pernah anda dengar misalnya SATAN dan TCP Wrapper.
Dalam sisi
keamanan dan modularitas postfix benar-benar memposisikan diri sebagai
rival mail server buatan D. J. Bernstein keduanya sangat
mengutamakan keamanan dan
modularitas meskipun dari
berbagai benchmark banyak berpendapat postfix lebih cepat.
Misi yang diletakan pada pembuatan mail server postfix oleh pembuatnya
adalah :
- Penyebaran yang luas, agar postfix mempunyai keamanan dan unjuk kerja yang semakin membaik maka harus disebarkan dan harus dicoba oleh banyak orang. Ini berbeda dengan kebijakan yang diambil oleh D. J. Bernstein untuk qmail. Akibatnya semakin banyak fitur baru yang ditambahkan oleh para pengguna sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan tambahan-tambahan ini sebagian dimasukan ke distribusi resmi.
- Performance, postfix yang dijalankan pada sebuah komputer desktop mampu mengirimkan dan menerima sejuta email per hari. Diklaim kecepatan postfix adalah tiga kali dibandingkan saingan terdekatnya, jika dianggap saingan terdekat postfix adalah qmail, maka hasil benchmark yang dilakukan oleh Matthias Andree boleh dikatakan membenarkan klaim ini. Lihat hasil benchmark tersebut di URL
http://www-dt.e-technik.uni-dortmund.de/~ma/postfix/bench2.html
dan http://www-dt.e-technik.uni-dortmund.de/~ma/postfix/vsqmail.html.
- Kompatibilitas, postfix didesain dengan memperhatikan kompatibilitas terhadap sendmail. Ia mendukung konfigurasi dengan NIS, file .forward, file /etc/aliases, dan mailbox di /var/spool/mail. meskipun postfix mendukung mailbox di direktori maildir seperti qmail.
- Safety dan kekuatan, desain postfix dibuat agar bisa menditeksi adanya beban yang berat.
- Fleksibilitas. Setiap tugas dilakukan oleh program-program kecil. Karena desain yang modular ini menyebabkan postfix bisa disesuikan dengan kebutuhan.
- Security, setiap program dalam postfix bisa dijalankan memakai sistem chroot-jail. Jadi untuk menembus sistem para cracker harus melewati beberapa pagar terlebih dahulu. Postfix tidak menggunakan program yang mempunyai atribut set-uid.
Dengan misi seperti itu tidak heran
jika hampir semua distro besar linux dan
*bsd
menyertakan postfix
sebagai paket standarnya, termasuk
didalamnya mac os x, solaris, dan HP-ux.
Kemampuan postfix menangani virtual
domain memakai table translasi
adalah salah satu kemampuan
lebihnya. Postfix belum mengimplementasikan
bahasa untuk melakukan proses
translasi alamat email.
Jadi, satu-satunya cara
untuk memetakan alamat email
adalah dengan table
translasi tadi. Beberapa
cara untuk melakukan translasi
alamat email bisa dilihat dari http://www.postfix.org/rewrite.html. yang
jelas postfix bisa
menggunakan database hash,
bdb, atau nis
untuk tablel translasi
ini. Menurut penjelasan
dari situs resmi postfix dalam
menangani spam, postfix mengikuti fitur-fitur
standar yang ada di mail server
lain, misalnya blacklists, rbl
lookups, helo/sender DNS lookups.
Fitur yang belum diimplementasikan dan
berhubungan dengan spam
ini adalah kemampuan menyaring isi email.
0 komentar:
Poskan Komentar