I made this widget at MyFlashFetish.com.

Jumat, 26 Agustus 2011

akhir cerita di Tenan


Kenangan indah yang tak ingin ku ulang

Seminggu sudah berlalu sejak kami meninggalkan desa Tenan, Kecamatan tebing tinggi barat, kabupaten kepulauan meranti. Sebuah desa kecil yang terletak di sudut selatpanjang. Sebuah desa yang merupakan lokasi Kuliah Kerja Nyata (kukerta) aku dan teman-teman yang dengan sengaja ditentukan LPM UR (Lembaga pengabdian masyarakat universitas riau).  Tidak mudah memulai cerita ini. Aku dan teman-teman yang lain mempunyai titik permulaan yang berbeda. Dikarenakan aku tidak ikut rombongan teman-teman yang berangkat dengan kapal jelatik, sedangkan aku naik meranti express bersama kedua orang tuaku, sebuah speed sederhana yang aku prediksi tidak akan membuatku mabuk. Tapi, diluar perkiraan, aku tetap mabuk. Wew.

Perjalanan dari selatpanjang ke tenan cukup menguras energi kami. Ntah berapa kilometer, yang jelas sangat jauh meski pun ditempuh dengan mobil. Jumat siang tanggal 24 Juni 2011, Desa yang terdiri dari tiga dusun itu menyambut kami.  Dan.. jreng jreng . Yang namanya desa tetap saja desa. Dalam hati aku berdoa, “Semoga aku betah 2 bulan disini T.T ”.

Kami mahasiswa kukerta desa tenan yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, memang sangat tidak imbang. Ya, 9 orang dengan karakteristik yang berbeda-beda, berkumpul di sebuah rumah kayu beratap rumbia. Dengan senang hati kami dan masyarakat tenan menamai rumah mungil itu “Posko Kukerta Universitas Riau”. 


Hari pertama kami di Tenan bapak sekretaris desa mempersilahkan kami untuk menginap semalam dirumahnya. Bagaikan ikan sarden, kami berlepak-lepak diruang tamu karena posko belum dibersihkan. Saat itu pak Besok sorenya baru kami bermalam di posko untuk seterusnya sampai 2 bulan. Hanya saja, malam pertama diposko hanya kami lalui berempat. Aku, rima, santi dan ihsan. Yang lainnya? Mereka pergi meninggalkan kami. Huwaaaaa. T.T *lebay

Dua bulan kukerta sangat menyenangkan, jujur, ini pengalaman indah yang tidak ingin ku ulang. Masa-masa kukerta adalah kenangan yang tidak pernah terlupakan. Aku akan selalu merindukan teman-teman kukertaku, dan masyarakat desa tenan. Susah senang kami lalui bersama, tidak mudah untuk meninggalkan setiap rutinitas yang terjadi disana. Mulai dari bangun sholat subuh dengan kedinginan, mandi bareng di kamar mandi gotic, rame-rame ke wc modern classic kita, sampai saat-saat ngerempong bersama sebelum tidur. Tiada hari tanpa tertawa. Tidak heran jika kami, khususnya yang perempuan, 7 ikon kukerta tenan, bertambah gemuk selama kukerta. Gemuk karena tertawa, ckckck, Termasuk marus (rima kurus), yang badan nya udah mulai oke sejak kkn dengan kami. Berterima kasihlah ma sama kami , hahaha.


Sedikit cerita tentang teman-teman kukertaku. Kelompok kukerta kami dipimpin oleh seorang mahasiswa fakultas Fmipa bernama ihsan. Bagaimana anaknya? Jangan ditanya. Awalnya dia sangat berkesan dan baik sekali. Namun semenjak .. semenjak .. entah semenjak apa, dia jadi sangat menyebalkan. Dan ini semoga hanya menurutku saja. Sebenarnya aku tidak ingin mempublikasikannya disini, apalagi menilai dengan sudut pandangku sendiri. Hanya saja tidak adil rasanya disaat dia seenak menilai pribadi seseorang, sedangkan pribadinya tidak boleh dinilai. So, bolehkan woi? (boleh boleh :p) Namun lepas dari itu semua, kamu tetap termasuk salah satu teman kukertaku (ya iya lah) yang insyaAllah akan ku ingat selamanya. Maaf jika ema ada salah atau pernah membuat ihsan sakit hati dan maaf juga atas pertengkaran kita selama ini ya san. Yaah.. semoga kamu kembali nyasar di blog ku yang sederhana ini dan membaca entri ini.

Meskipun ada sedikit pertengkaran yang ku alami, namun itu semua hanya seperduapuluh empat dari suka cita ku diposko bersama teman-teman. Teman-teman yang selalu menghiburku dengan rempongan yang sampai membuat ku tertawa tiada henti. Thanks for you all. Mami inur fitri seiza ZAKARIA beserta anak haramnya yang semata wayang baby doll, Riska nono nolind dari belitong ,  yani syam syam syam.. syamsir… ups keceplos,  iti miss berserak tenan dengan rambut ngembangnya, dan si marus yang keberatan rambut, dan yang terakhir pak dokter arif. AKU KANGEN KALIAN WOII !!! >.<

Satu kata untuk fitri, rima, santi, yani, ihsan, iti, arif dan riska : PARAH !
Mesti ya woi kalian kyak gitu ? (gaya ngomong arif :p)

Aku kangen dengerin bawelan kalian setiap hari, kangen dengar tawa dan gurauan kalian,
kangen tidur mandi makan masak dan boker sama-sama (?#$&$%@!!!!). Kangen semuanya. Walau pun kadang diantara kita ada selisih-selisih paham sedikit, namun kita tetap menikmati masa-masa kukerta kita . Benar-benar menyenangkan. Sekarang semua sudah berakhir.. kukerta kita selesai teman. Semua program kerja telah kita jalankan, baik atau buruk hasilnya, hanya kita dan masyarakat tenan yang tau. Jangan sampai LPM tau, haha.

Untuk teman-teman yang di Tenan, khusus nya bg rinto (ehem ehem..), maaf ya bg udah ngecewain abg. Ema sedang dalam proses menjaga hati (belajar setia).  Buat bg yen.. wah maaf juga yang kemaren saya ga tau itu nomor abg >.< . Buat bg najim, kalau ada waktu tolong jenguk-jenguk yani bg di kampung baru, kasihan dy bg kesepian disana. Haha. Buat bg asril jangan menyerah bg, perjalanan ke bagan tu tak panjang do, paling-paling cuma sepanjang rambut rima, wkwk. Buat mak usu, love u deh. :*

Jujur, aku tidak ingin kukerta ini terulang, bukan karena aku jera bersama kalian semua, tapi karena aku jera pisah dengan keluargaku. Aku belum siap untuk meninggalkan keluargaku lagi. Lepas dari semua perasaan yang tertinggal di Tenan, Desa kecil dengan air merahnya, aku menyukai kenangan yang satu ini, kenangan kukerta kita, teman-teman. Miss you. ^_^

*Seminggu sudah 

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer