"Bukan dia.."
Pernah dengar cerita tentang aristoteles dan si bunga pilihan?
Suatu hari aristoteles mendapat tugas dari gurunya untuk menemukan sebuah bunga pilihan. Yaitu bunga yang menurut aristoteles paling bagus dan baik.
Guru nya berkata "berjalanlah kamu, dan temukan bunga yang menurutmu adalah bunga yang terbaik. Dengan satu syarat, kamu tidak boleh kembali lagi ke belakang untuk memilih bunga yang sebelumnya kamu tinggalkan".
Maka pergilah aristoteles menyusuri jalan. Lalu ia menemukan bunga pertama yang sangat indah.
"bunga ini memang indah, tapi pasti masih banyak bunga-bunga lain dijalan sana yang lebih indah".
Maka aristoteles meninggalkan bunga pertama. Kemudian ia menemukan lagi sebuah bunga yang indah. Namun aristoteles tetap berpikiran bahwa pasti masih ada bunga lain yang lebih indah dan lebih baik yang akan ditemukannya. Begitu juga terjadi pada bunga ketiga, bunga keempat, dan seterusnya yang ditemukan aristoteles. Akhirnya ia pun mulai kelelahan mencari bunga pilihan. Jalan yang ditempuhnya tidak berujung. Semakin lama bunga-bunga yang ditemuinya semakin tidak indah.
Aristoteles pun menyesal. Seharusnya ia tadi memilih satu diantara bunga-bunga indah yang telah dilewatinya. Tapi sekarang ia tidak bisa kembali lagi. Akhirnya ia pulang dengan tangan hampa menghadap sang guru. "satu pelajaran untukmu aristoteles" kata sang guru. "Ketika kamu sudah menemukan sebuah pilihan yang bagimu itu adalah pilihan terbaik, maka itulah yang terbaik untukmu. Jangan kamu tinggalkan hanya karena kamu ingin mencari yang lebih terbaik".
Cerita yang sangat berkesan, bukan?
Satu yang harus kamu tahu, aku bukan aristoteles yang tidak puas dengan pilihannya. Aku telah menemukan pilihanku yang bagiku adalah yang paling terbaik. Dan pilihanku adalah kamu. Bukan dia yang telah aku lewati. Tolong jangan ragukan aku. Sekalipun aku pernah berhenti terpaku sejenak ditempatnya. Percayalah bahwa aku sedang berusaha untuk melupakannya. karena cuma kamu pilihanku. Bukan dia.
Yang malu yang bersembunyi, yang ragu yang beralih, yang tahu yang berbagi.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Entri Populer
-
"Bukan dia.." Pernah dengar cerita tentang aristoteles dan si bunga pilihan? Suatu hari aristoteles mendapat tugas dari gurunya untuk men...
-
Kenangan indah yang tak ingin ku ulang Seminggu sudah berlalu sejak kami meninggalkan desa Tenan, Kecamatan tebing tinggi barat, kabupaten...
-
dark to you Biarkan mata-mata mereka terpejam, Biarkan sejenak saja dalam kelam.. Agar mereka membungkam, tidak meminta ini dan ...
-
Obat Kesedihan dari Sang Cerpenis untukku Seorang wanita sangat berduka sejak suami yang sangat dicintainya meninggal dunia. Anak-anak, ...
lagi BW nyasar ke blognya mbak sukma,dan saya suka dengan tulisan "syndrom kukerta",,,
BalasHapuskalau mau!!saya ingin bertukar pendapat mengenai tulisan dengan mbak sukma,,kebetulan saya juga dari pekanbaru,,,
visit to facebook :fian guzzanto
(itupun kalau anda mau) :-)
wah. mkasih . tpi saya hanya penulis amatiran lho. .
BalasHapusmau2 aja kog.
fb saya sri sugmawatii. ntr saya add.wah. mkasih . tpi saya hanya penulis amatiran lho. .
mau2 aja kog.
fb saya sri sugmawatii. ntr saya add.