I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 24 Mei 2011

Ayahku kebanggaanku..

Sekedar ingin bercerita sedikit..

Tidak ada yang salah dengan pekerjaan seseorang. Setiap orang ingin mendapat pekerjaan yang layak, baik dan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Terutama bagi seorang laki-laki. Dimana ia ditempatkan menjadi seorang pemimpin didalam rumahnya, kepala rumah tangga. Hanya saja pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang halal . Halal bagi Allah. Halal bagi manusia. 

Ayahku pernah berkata “Keluarga adalah amanah, begitu juga pekerjaan, kita harus tetap menjaga amanah dalam pekerjaan kita, sekalipun kita hanya lah seorang pekerja rendahan”.
Benarkah? Benar sekali. Bagaimana ayahku bisa berkata begitu? Tentu saja karena dia adalah pemegang amanah yang selalu menjadi panutan bagiku.  Sosok yang selalu ku banggakan. 

Alhamdulillah, sampai saat ini Beliau masih mampu menjaga keluarga kecil kami, keluarga yang masih jauh dari kata sempurna. Ayah mengajarkanku bagaimana hidup dalam kesederhanaan, dan meniatkan segala perbuatan hanya kepada Allah. Ayah adalah imam yang terbaik untuk keluargaku.

Ayahku adalah seseorang bekerja dalam naungan hukum. Hakim? Bukan. Ayahku seorang pengacara. Aku bangga? Tentu saja. Sekalipun itu hanya bagiku. Pengacara selalu dipandang sebagai pekerjaan yang WAH. Baik itu Penampilannya, tutur kata nya, bahkan penghasilannya . Tapi tidak sedikit juga orang yang berpikiran bahwa profesi pengacara sangat dekat dengan dosa. Karena di negara kita ini orang-orang yang paham hukum lah yang doyan melanggar hukum. Mereka disebut mafia hukum. Para penggasak uang masyarakat yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum. Na’uzubillah minzaliq. 

Tapi tidak semua seperti itu, teman. Ayahku bukan lah seorang pengacara seperti yang kalian ketahui pada umumnya. Ayah ku bukan pengacara terkenal. Bukan pengacara dengan harta berlebih. Ia adalah seorang Pengacara yang sederhana, bahkan juga sering kekurangan.  Tuntutan 3 orang anak dalam masa perkuliahan seperti kami, tidak lah menghabiskan sedikit uang. Jika ayahku mau, ia bisa saja menghasilkan banyak uang dari pekerjaannya. Tapi tidak. Ayahku butuh banyak waktu untuk memutuskan menjadi seorang pengacara. Maka ia juga akan membutuhkan banyak waktu untuk menjaga amanah nya. 

Ayahku tidak akan bekerja untuk orang yang jelas bersalah. Jika beliau merasa seseorang benar secara hukum dan agama lah yang menghampirinya, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin membantu. Pernah suatu ketika ayah ku didatangi klien yang meminta pembelaan terhadap suatu kasus. Sebaik mungkin ayah ku menyelesaikannya. Hingga sampai pada fase sidang ternyata klien tersebut melakukan kesalahan. Akhirnya ayahku tidak bisa membelanya dipersidangan dan mengakui pelanggaran hukum yang dilakukan orang tersebut.
“menjaga amanah itu tidak gampang, buat apa membela orang yang salah, bapak yang malu. “ 

Dan akhirnya apa? Kliennya merasa tidak dibela dan marah. Padahal seharusnya ia tahu bahwa kejujuran adalah hal yang paling baik dilakukan jika masalahnya ingin diselesaikan. Namun ayahku menghadapinya dengan tenang. Begitulah ayahku. Jika salah katakan salah , jika benar katakan benar , kemudian pertahankanlah kebenaran itu, dan perbaiki kesalahannya. Itu kan tugas pengacara sebenarnya? Bukan membela yang membayar. Prinsip hidup yang baik dari ayahku. Ya, ayahku selalu benar. Meski mungkin hanya bagiku..

Amanah yang dijalankan ayah sangat berat baginya. Tapi aku yakin ayahku kuat menjalaninya. Aku benar-benar bangga dengan ayahku. Meski diluar penampilannya ia hanya lah seorang pengacara yang biasa-biasa saja. Tapi didalam dirinya beliau adalah sosok yang luar biasa. I Love my Dad.

always looks ordinary from the extraordinary figure, that's my dad. he is number one.

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer